Final Year

There’s always a rainbow after the rain, and the sun will always come again. After struggled with the hardest trimester, now the journey is about to come at the end of the tunnel. Surprisingly, I feel fall in love with this management and business things and I’m happy with all of my final subjects.

You cannot realize that the time flies so fast when you really like to do it. I really enjoy doing every assignments, every exams, all of those learning process that I’ve through recently. No matter how boring the class, it’s always bring a new insight for me. Previously I just know the general things about business, achieving profit, getting more customers, others basic things that people know without having degree in business. But now I learn more, I know the difference between sales and marketing, finance and accounting, legal and compliance, how to benchmark the performance, assessing the project, bearish or bullish, and loooots things that I’ve learnt. Just wondering, if someday I get chance to feel the real work experience after finished my MBA :)

I feel excited and grateful.
After all being here is not merely accelerate my journey, I should continue to learn more, I have to climb the ladder.
Thanks for all, my lecturers and classmates! Good luck for all of us

H-5 Eid

Sebentar lagi lebaran, yang punya tradisi mudik pastinya jadi moment menyenangkan, tapiii… gak semua itu indah
Banyak kejadian yang kadang bikin temen-temen seumuran saya yang ngerasa mudiknya gak nyaman karena ditanya ini itu. Ditanya kapan lulus, kapan kerja, kapan ngenalin calon, kapan rencana nikah. Semua pertanyaan terdengar intimidatif bagi yang belum bisa mencapai target lulus, bekerja, ataupun menikah. But, that’s your life, you own your life so be happy with that. Kalau memang belum jawab aja belum, kalau ditanya “kok belum?” minta aja didoain. Simple kan? Gak perlu stress atau sensitif bahkan sampe sakit hati ditanya-tanya begitu, chill.

Gak perlu ribet sama apapun pertanyaan “kapan” di saat lebaran, yang penting nikmati waktu bersama dengan keluarga. Family time is more precious than the questions :)

Enjoy your family time and be happy on this Eid!

Persoalan 1#: Air Minum

Ternyata minum air putih bisa juga dibikin persoalan? dasar sayanya aja mahasiswa kurang kerjaan, air minum juga dibahas. Ini persoalan selera sih, sebagai manusia biasa kita pasti butuh yang namanya air bersih buat diminum, saya termasuk konsumen yang cukup iseng sering memperhatikan darimana sumber mata air yang ada di kemasan.

Awalnya saya gak peduli pilih label air kemasan apa aja, yang penting bisa diminum. Berawal dari kelas marketing, saya jadi tertarik melihat “lebih dekat” tentang seluk beluk si air kemasan ini. Bukan gara-gara kelas marketing kita bahas bisnis air, bukan kok, emang saya aja yang gampang terdistraksi. Ceritanya di kelas marketing lagi pada bahas target market lah, marketing strategy lah, I feel little bit bored during presentation time, untungnya group yang presentasi hari itu baik banget bawain refreshment biar kita enjoy dengerin presentasi mereka. Bukannya saya dengerin tapi saya malah sibuk mengawang-awang si minuman dalam kemasan unik ini sambil makan cake.

air putih gelas yang berhasil bikin pikiran mikir kejauhan :p

air putih gelas yang berhasil bikin pikiran mikir kejauhan :p

Itu air putih kemasan gelas, tapi bentuknya lucu gak kayak aqua-aqua gelas di Indonesia (yah, sebut merk juga akhirnya). Mulai deh keluar rasa penasaran, terkesima, terus jadi iseng pengen bawa sekardus minuman kayak gini pas pulang ke rumah. Haduh, norak sama iseng bedanya tipis .__. gak jadi deh bawa ginian, nyari aja di Indonesia siapa tau aqua ada yang kemasan premium lebih unik. Setelah dicari (beneran dicari, lewat google tapi, isengnya lumayan niat juga sih ini) adanya ternyata bentuk botol yang kemasannya unik, belum ada yang kemasan gelas.

Wah ini bisa jadi salah satu strategi marketing buat para pengusaha air minum kemasan di Indonesia buat bikin inovasi kemasan kayak gini. Lumayan lho ini waktunya lebaran, biasanya di rumah pada nyediain air minum aqua gelas kan karena pada males cuci gelas tiap ada tamu yang dateng. Pasti yang kayak gini laris manis di pasaran (loh malah jadi ide marketing)!

Sekedar info di Malaysia sendiri air minum kemasan gak semuanya dari air mineral alami lho, ada yang air RO juga. Nah, merk yang di foto tadi itu versi botolnya ternyata air RO. rasanya? lebih seger dan enak air mineral alami. harganya? sama aja kayak air mineral, RM1 botol ukuran sedang.  Mending beli yang air mineral biasa kalau boleh menyarankan, gak sepet abis minum. Setelah diperhatikan, disini gak ada merk air kemasan yang dominan seperti di Indonesia, dan kebanyakan air mineralnya sumbernya underground water yang belum tentu dari air mata pegunungan. Walaupun di Indonesia belum ada yang namanya tap water, tapi kita beruntung punya banyak mata air dari pegunungan, air mineral yang kita konsumsi sehari-hari itu bersih dan rasanya lebih seger daripada air mineral/tap water disini.

Be grateful Indonesians, we have lots of great natural water resources!

What I Think: “Be Yourself”

“Be yourself” terms is not as easy as it sounds, living around society which practically there’s a lot of norms and value that I should consider when I wanna do something are the most of my *sigh* moment.

singkat kata, jadi diri sendiri itu gak bisa seenak jidat.

Dalam berperilaku, tutur kata, cara berpakaian bahkan cara berpikirpun kita masih dituntut atas pengaruh dari mindset lingkungan sekitar. Hidup punya aturan, punya norma-norma sosial dan agama yang harus secara ikhlas dijalani (ya kalau gak ikhlas belajar dikit-dikit lah :p). Mau jadi diri sendiri tapi nyatanya dirinya jadi merugikan orang lain, masih berlaku gak terms “be yourself” tadi?

Adjust yourself, open your mind. But still don’t let your good deeds go away. No matter what you do, don’t hurt people around you