Phuket (Part I): Fun Lost in The Phuket Town

Sawadeekaaa

Buat para traveler yang ingin menjelajahi Thailand, Phuket merupakan salah satu kota tujuan yang cukup banyak peminatnya. Cerita kali ini semoga bisa kasih informasi tempat-tempat mana aja yang bisa dikunjungi selama di Phuket. Dengan berbekal kenekatan dan peta, aku dan dua orang travelmateku sudah siap mengeksplorasi tempat wisata yang ada di kota Phuket. Tujuan hari pertama adalah Phuket Town, tergolong kota tua yang dikemas dengan gaya hidup yang sudah modern, isinya kebanyakan bangunan-bangunan klasik dan tempat belanja. Jarak Phuket Town dari tempat kami menginap (dekat Butterfly Garden) lumayan jauh, sebenarnya ada bis umum atau orang Thailand menyebutnya songthaew, tapi karena gak tau jalan ke bus stopnya akhirnya kita hitchiking. Anehnya aku malah berani hitchike atau istilahnya numpang orang gak dikenal di negara orang daripada di negara sendiri, ya kalau dipikir udah bertahun-tahun jadi orang Indonesia udah tau resiko di jalanan kota besar tinggi, lagian belum tentu ketemu yang baik hati mau kasih tumpangan gratis dan gak macem-macem, hehe.

Setelah sampai di Phuket Town, pastikan ada jalan besar namanya Ranong Road, dari Ranong Road kita bisa nemuin Museum Phuket Thaihua. Gaya arsitektur dari bangunan museum ini memadukan antara budaya China dengan Eropa. Kelihatan kok dari tampilan luarnya

Phuket Thai Hua Museum

Di sekitar Ranong Road banyak terdapat hotel-hotel khusus untuk wisatawan, harganya cukup murah karena kebanyakan untuk para backpacker. Walking tour aja kalau di Phuket Town atau sewa sepeda, jarak satu tempat ke tempat lain gak jauh kok. Kalau mau cari makanan bisa ke local marketnya, gak jauh dari local market ada suriyadante fountain.

Hotel on-on, tempat syutingnya Leonardo de Caprio di film “The Beach” juga bisa jadi tempat rekomendasi untuk dikunjungi atau dijadikan tempat menginap kalau emang sesuai budget. Di hotel ini nyediain fasilitas wisata ke phi phi island ataupun ke beberapa pantai di Phuket. Jarak hotelnya deket banget sama suriyadante yang di tengah kota. Nah kalau mau ibadah buat yg muslim bisa ke Surin Circle, patokannya ngelewatin phuket clock tower dulu

Phuket Clock Tower

nanti ketemu klenteng/vihara di sekitaran situ, sebelah vihara ada gereja, sebelahnya lagi sekitar 50 m ada masjid. Surin circle ini dikenal sebagai simbol kota Phuket yang menghargai adanya keberagaman di masyarakatnya, 3 tempat ibadah bisa bersandingan dengan damai walaupun berdekatan.

Rasanya lihat bangunan doang belum cukup deh, jadi kita belanja souvenir, bisa di Phuket Square atau di sepanjang jalan menuju Robinson (lebih murah disini, asal pinter nawar tapi, hihihi). Kalau mau beli oleh-oleh makanan khas seperti kacang OTOP (One Tambon One Product, tagline yang mulai dikenal pas masa Thaksin sebagai penggerak ekonomi lokal Thailand pasca krisis ekonomi 1997) mampir ke Thilok Utid 1 Road, disitu berderet banyak pilihannya dan harganya relatif sama. Dari Thilok Utid Road ada halte songthaew (bis umumnya Phuket), cukup merogoh kocek sekitar 6000 rupiah kita bisa keliling kota Phuket sepuasnya.

Di songthaew kita bisa lihat tempat pemberhentiannya dimana aja, nah ada 1 tempat yang kelihatannya menarik untuk dikunjungi. Karena hari masih sore kita memutuskan untuk mampir ke central festival, awalnya kita pikir isinya macam-macam cultural art and perform khas Thailand, setelah sampe ternyata itu pusat perbelanjaan alias mall. Krik krik banget, tapi daripada kecewa kita ambil positifnya, lumayan ngadeeem sambil cuci mata. Udah bosen ngadem kita mau balik ke tempat kita nginep yang jaraknya masih lumayan jauh, lagi-lagi hitchike karena gak tau naik apa karena kita jalan-jalan tanpa host karena si hostnya lagi ada kerjaan. Kita turun di gem’s gallery, karena searah sama jalan pulang jadi sekalian mampir. Kalau kata supir2 tuk-tuk gem’s gallery ini tempat berlian terbesar di dunia. Sialnya karena aku pake sandal jepit, si mbak-mbak yang jaga galerinya rese, berondongan pertanyaannya menyiratkan kalau gak mau beli gak usah lama-lama. hmm setelah nanggepin beberapa pertanyaan2 si mbak dengan sabar aku baru sadar kalau diperhatiin dengan seksama ternyata dia bukan mbak-mbak melainkan lady boy. Hahaha, cantik-cantik ternyata ngebass!

Ini nih rute eksplorasi selama di Phuket Town: Ranong Road – Phuket Old Town – Thai Local Market – Suriyadante – Hotel on-on – Phuket Clock Tower – Surin Circle – Phuket Square – Thilok Utid Road – Central Festival – Gem’s Gallery. Total budget 70.200 IDR. Jangan takut nyasar, orang lokalnya baik-baik dan gak menyesatkan, cuma rada susah nyari yang bisa diajak ngomong bahasa inggris, lebih applicable bahasa tarzan. Siapa tau justru nyasar bisa bikin kita cepet membaur sama orang lokal, bisa dapet kosakata thai lumayan banyak, bisa dapet tempat bagus yang gak diduga, contohnya kayak nyasarnya kita ke wat cantik ini nih, mirip sama wat phranon yang katanya di Thalang Road, tapi gak tau deh bener ini apa bukan

semacam wat phranon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s