One Day Trip: Tawangmangu

Bosan dan ingin jalan-jalan di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saat ini (Yogyakarta, Indonesia) maka saya tertarik dengan tawaran one day trip ala komunitas backpacker ke Tawangmangu. Cerita trip saya kali ini mungkin bisa dijadikan referensi liburan bagi anda yang berkeinginan untuk liburan ke Tawangmangu yang letaknya juga tak jauh dari kota rajanya kuliner, Solo.

rombongan one day trip to Tawangmangu, photo by Mas Aik-cs jogja

Memulai perjalanan di pagi hari tentunya pilihan yang tepat, selain menghemat waktu juga sekalian menghindari macet (maklum, saat itu weekend). Karena kali ini saya perginya ombongan, maka disarankan untuk anda yang juga menggunakan kendaraan pribadi membawa peta atau membawa teman anda untuk dijadikan navigator. Kalau yang ingin naik bis silahkan saja, nanti untuk ke tempat wisatanya anda bisa negosiasi harga dengan tukang ojek yang harga sewa seharinya tak lebih dari 150,000 IDR.

Destinasi pertama adalah Candi Sukuh. Yang menarik dari Candi Sukuh ini adalah konon candi ini melambangkan erotisme pada zamannya, gak heran kalau disana ketemu patung yang bentuknya ada unsur erotisnya. Tapi tidak semuanya, ada juga relief evolusi yang sayang masih kurang infonya di selebaran bahkan di sekitar candi tersebut jarang ada guide yang bisa memberikan informasi lengkap. Tiket masuknya murah hanya 3,000 IDR untuk lokal dan 10,000 IDR untuk turis asing.

penampakan patung erotis di candi sukuh

Puas berkeliling candi sukuh, saya dan teman-teman lainnya menuju ke perkebunan teh, namanya Kemuning Tea Plantation. Mungkin untuk anda yang tinggal di daerah pegunungan ini hal biasa, tapi untuk kami yang jenuh dengan pemandangan kota yang semrawut, hamparan kebun teh nan hijau ditambah dengan suasana panen teh oleh penduduk sekitar menjadi sajian pemandangan yang menarik. Beristirahat sejenak disana sembari menikmati sejuknya udara di Tawangmangu bisa menjadi obat penat yang mujarab.

Kemuning Tea Plantation, Tawangmangu

Tujuan berikutnya adalah wisata candi cetho yang desain strukturnya tidak jauh berbeda dengan candi sukuh karena fungsi dari candi adalah tempat persembahan untuk dewa-dewa yang masih dipercayai oleh beberapa masyarakat sekitar. Bedanya, di candi cetho anak tangganya lebih banyak dan lebih tinggi dan sebelum di candi utama ada tempat singgah seperti pelataran yang mungkin digunakan untuk tempat sembahyang dalam jumlah besar. Karena hari sudah semakin sore perjalanan lanjut ke tujuan akhir yaitu Grojogan Sewu waterfall yang punya 1,125 anak tangga untuk dilalui (siap-siap tongkat atau botol minum kalau kelelahan soalnya tidak disediakan ojek gendong disini). Tempat ini biasanya tutup jam 4 sore, jadi pastikan anda tidak kecewa karena telat sampai kesini setelah jam 4 sore.

Candi Cetho in a cloudy day, Tawangmangu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s