Mabuhay! Escape Trip at Luzon Island, Philippines

Hi readers, so sorry for the late update, anyhow this time I will share about my experience in Philippines. Enjoy!

aah, if you didn’t understand with the language, just copy paste to your translator device, ok😉

Mabuhay!(selamat datang) – ujar penumpang di sebelah saya yang kebetulan berkewarganegaraan Filipina, saat pesawat kami akan segera mendarat di Clark Airport.

Filipina merupakan negara kepulauan yang terletak di Laut Cina Selatan dan tidak memiliki batas daratan langsung dengan negara lainnya, untuk menuju ke Filipina hanya bisa ditempuh dengan jalur udara maupun perairan. Karena kondisi letak geografis Filipina yang berupa kepulauan tersebut, tak heran jika wisata yang cukup terkenal disana adalah wisata pantai, diving, ataupun snorkeling. Jika di Indonesia memiliki 5 pulau besar, Filipina hanya memiliki 3 yaitu Pulau Luzon, Pulau Visayas, dan Pulau Mindanao.  Masing-masing pulau punya kota andalan seperti yang ada di peta. Sayangnya, waktu saya terbatas dan baru sempat menjelajahi Pulau Luzon, itupun tidak semuanya. Sepertinya saya berminat untuk kembali mengunjungi Filipina, karena masih penasaran dengan Pantai Boracay yang katanya pasirnya lebih halus dari pantai-pantai di Maldives dan copycatnya Pantai Bora-Bora di Hawaii.

Map of Philippines from en.wikipilipinas.org

Anyway, this is it.. what I get from my short travel time in Philippines:

1. Metro Manila

This is the biggest melting pot in Philippines, bustling city, skycrapper, and also traffic jam, so be careful with your time management, travelers. Trapped and stuck for 4 hours is common happens here😦

Quite similar with Jakarta city in Indonesia, but Manila have their own uniqueness, near NAIA (Nino Aquino International Airport) there’s a entertainment building which seems like Genting-Malaysia and Resort World-Singapore, the Pinoy reflect modernities from these two countries.

2. Intramuros

magnificient building of Asian-Europe mixture architecture! Filipina sendiri dulunya merupakan daerah jajahan Spanyol, tidak mengherankan kalau bangunan yang ada di sebagian wilayah mereka terpengaruh dengan gaya arsitektur di Eropa. Intramuros ini sendiri merupakan kompleks dari beberapa bangunan, jadi kalau mau explore gak cukup di satu bangunan saja, bisa dengan jalan kaki ataupun naik tricycle. FYI, akses ke intramuros cukup membingungkan kalau kita belum pernah kesana, contact your friends there or booked a city tour from your hostel will be great I think

St. Agustin Church, around Intramuros

3. Mall of Asia-Manila Bay

di Manila saya menemui banyak sekali bangunan mall di sana sini, bahkan menurut teman saya persaingan bisnis Mall cukup ketat. Dan salah satu mall kebanggaan orang Filipina adalah SM Mall of Asia, luasnya? lebih gede dari Mall Taman Anggrek ataupun Grand Indonesia, satu kata kalau niat keliling mall ini dari ujung ke ujung: “gempor”. Tapi, yang menarik dari Mall of Asia ini adalah Manila Bay yang letaknya tersembunyi di belakang mall, banyak tempat nongkrong, banyak street food yang tentunya terjangkau dan bersih, dan banyak permainan yang bisa dicoba disana. Gak heran kalau sore menjelang malam tempat ini cukup ramai, menunggu sunset di Manila Bay sembari berkumpul bersama teman-teman ataupun keluarga tentunya menyenangkan.

Manila Bay view from my way to go to Ninos Aquino International Airport

Manila Bay entertainment ;D

Mall of Asia, Manila, Philippines

4. Taal Lake and Volcano

Taal Volcano is the smallest volcano in the world, located at Talisay city, Batangas province. It takes about two hours from/to Manila. To reach Taal Volcano, first we should rent a small boat (the price around 1500 PHP/route) because the volcano located in the middle of lake which called as Taal Lake.  After that, we should pay for entrance and the next option you can rent a horse or walking to climb those mountain.

Kalau anda naik bus dari Talisay, anda akan diturunkan di pertigaan Tourism International Centre, dan harus naik tricycle ke beberapa resort yang ada di dekat Taal Lake (pandai menawar, ongkos tricycle hanya sekitar 150 PHP), setelah sampai di resort biasanya anda akan ditawari untuk naik perahu untuk menyebrang ke Taal Volcano, kurang lebih 1500 PHP. Nah, untuk mendaki gunung Taal ini sendiri biasanya disewakan kuda, tapi kalau anda kuat mendaki ya jalan kaki saja, tapi saya menyarankan untuk naik kuda aja. Di perjalanan saya kali ini, saya sempat kehabisan peso di Talisay (kota terdekat untuk melihat Taal Lake and Volcano). Saya pikir bakal banyak money changer di sekitar resort, untungnya pemilik resort yang saya tempati baik banget, saya dianter ke money changer yang jaraknya cukup jauh dari resort. Dan lucunya, waktu saya mau naik ke Taal Volcano pake kuda karena gak kuat, saya bayarnya pake ringgit, harga aslinya 750 PHP tapi setelah tawar menawar akhirnya cuma bayar 50 RM buat sewa dua kuda, hahaha untung masih mau :p. Harga yang worthed untuk pemandangan gunung berapi yang masih aktif, beda sama gunung merapi di Yogyakarta ataupun tangkuban perahu di Bandung

Taal Lake and Volcano view from San Roque resort

this! the top of Taal Volcano

resort yang saya pakai namanya San Roque Resort. tempatnya bersih, tenang, pemiliknya friendly, masakannya bisa request makanan halal, ayam panggangnya enaaak. oya, di Filipina ini ada tempat fastfood yang lebih terkenal dari McD kerasa banget sentuhan filipino cuisinenya, namanya Jolibee

Jolibee’s menu breakfast

oh, I miss Philippines now

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s